Aplikasi Pupuk Cair Dari Limbah Tape Singkong Dengan Penambahan Limbah Air Cucian Beras Untuk Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea Reptans Poir)

Main Article Content

Hafidatunnisah
Chairuni AR
Rita Sunartaty

Abstract

Air cucian beras adalah salah satu limbah rumah tangga yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair untuk memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman. Limbah tape singkong dapat digunakan sebagai mikrooganisme untuk membuat pupuk cair organik. Kandungan kalsium karbonat dalam pada limbah tape singkong dapat menetralkan pH tanah, sehingga banyak digunakan di bidang pertanian. Adapun pupuk organik lainnya yaitu Mikroorganisme Lokal (MOL). MOL merupakan mikroorganisasi yang terbuat dari bahan-bahan alami sebagai media berkembangnya mikroorganisme yang berfungsi untuk starter dalam pembuatan pupuk organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas mikroorganisme lokal  pupuk  cair  tape singkong dan  penambahan  limbah  air cucian beras terhadap pertumbuhan tanaman kangkung darat. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor yang akan diteliti terdiri dari 2 taraf yaitu Jumlah penambahan Air cuci beras (A) = 600 mL, 800 mL, dan 1000 mL dan Limbah Tape Singkong = 100 g, 200 g, dan 300 g. Perlakuan terbaik penelitian ini diperoleh pada perlakuan A3L3  yaitu perlakuan penambahan air cucian beras 1000 mL dan limbah tape singkong 300 gram, dengan nilai masing-masing parameter yaitu pH 6,23, kadar C organik 4,19%, tinggi tanaman 4.50 cm (10 hari), 13.35 cm (20 hari), 42.90 cm (30 hari) dan jumlah daun 4 helai (10 hari), 7 helai (20 hari), 9 helai (30 hari).

Article Details

Section
Article