Pemanfaatan Media Digital Dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal Di Aceh
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan Pemerintah Aceh dalam pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal, bentuk implementasi nilai-nilai kearifan lokal dalam produk wisata, serta strategi pemanfaatan media digital dalam promosi destinasi wisata di Aceh. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research), dengan sumber data primer berupa artikel ilmiah dan regulasi terkait pariwisata, serta sumber sekunder berupa buku dan dokumen pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode dokumentasi dan analisis data dengan pendekatan deduktif-induktif untuk merumuskan model manajemen multimedia berbasis digital yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Aceh telah menempatkan sektor pariwisata sebagai prioritas strategis dalam pembangunan daerah melalui program Aceh Kreatif, Aceh Kaya, dan Aceh Meuadab. Pengembangan wisata berbasis kearifan lokal dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan adat Aceh dalam pengelolaan destinasi wisata, seperti wisata budaya, religi, dan edukasi. Pemanfaatan media sosial seperti Instagram, YouTube, dan situs web resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata berperan signifikan dalam promosi wisata Aceh, meskipun masih menghadapi tantangan berupa rendahnya partisipasi masyarakat dan koordinasi lintas sektor yang belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pengembangan pariwisata Aceh yang ideal adalah model berbasis komunitas dengan dukungan media digital yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal dan prinsip syariah. Pemerintah diharapkan memperkuat kolaborasi lintas lembaga, pelaku pariwisata perlu meningkatkan profesionalisme dan pelayanan ramah syariah, sementara masyarakat berperan aktif menjaga nilai budaya dan menciptakan suasana wisata yang Islami.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.