Penguatan Literasi Siswa dalam Pencegahan Kekerasan Seksual dan Perundungan melalui Edukasi Partisipatif di SMA Islam Cendekia Banda Aceh

Penguatan Literasi Siswa dalam Pencegahan Kekerasan Seksual dan Perundungan melalui Edukasi Partisipatif di SMA Islam Cendekia Banda Aceh

Authors

  • T. Andi Roza Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sabang, Banda Aceh, Indonesia
  • Bungsu Amelia Sofya Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sabang, Banda Aceh, Indonesia
  • Yeni yanti Teknik Komputer, Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh, Indonesia
  • Chairul Amni Teknik Industri, Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh, Indonesia
  • Dicky Imam Bahesty Penjaskesrek, Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh, Indonesia

Keywords:

Literasi Siswa, Kekerasan Seksual, Perundungan, Edukasi Partisipatif, Sekolah Aman.

Abstract

Kekerasan seksual dan perundungan (bullying) merupakan permasalahan yang dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, akademik, dan pembentukan karakter peserta didik. Rendahnya pemahaman mengenai bentuk kekerasan seksual, jenis perundungan, dampak, serta mekanisme pelaporan dapat meningkatkan kerentanan siswa menjadi korban maupun pelaku. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkuat literasi dan kesadaran siswa dalam mencegah kekerasan seksual dan perundungan melalui edukasi partisipatif. Kegiatan dilaksanakan pada 16 September 2024 di SMA Islam Cendekia Banda Aceh dengan sasaran siswa kelas X, XI, dan XII. Metode kegiatan meliputi penyampaian materi secara edukatif, diskusi interaktif dan tanya jawab, studi kasus dan simulasi, serta evaluasi melalui pertanyaan lisan dan refleksi. Materi yang diberikan mencakup pengenalan bentuk kekerasan seksual dan perundungan, dampaknya terhadap korban, strategi pencegahan, mekanisme pelaporan, serta penguatan nilai-nilai keislaman dalam menjaga kehormatan diri dan menghormati sesama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa dalam mengenali bentuk kekerasan seksual dan perundungan. Siswa juga menunjukkan sikap yang lebih empatik terhadap korban, keberanian untuk berdiskusi dan menyampaikan pendapat, serta pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya melaporkan tindakan kekerasan. Edukasi partisipatif menjadi pendekatan yang efektif dalam membangun kesadaran preventif dan mendorong keterlibatan siswa sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan berkarakter.

Downloads

Published

2026-06-30

Issue

Section

Articles